Ganti Tema

Sepertinya ini yang paling cocok untuk saat ini..

i hate my mother

Ga tau.. hate ato apa eh? Pokonya benci.. Semakin hari semakin benci.. Harusnya ga begitu.. Tapi ya jadi begitu? Terus mau gimana lagi? Ga tau deh.. Ah pokonya benci..

Episode Sayur Lodeh

jam 12 lebih.

saatnya makan siang. dia keluar sebentar dari ruang kerjanya yang sempit dan menyesakkan itu. berjalan menuju warung nasi di tenda tepian rel kereta api.

setiba disitu, memilih menu makan siangnya :
nasi
kepala ayam
dan tahu

sayuran yang tersedia hanya sayur pare.

“sayurnya pahit gak bu?”
“ga begitu pahit”
“mau deh dikit”

kemudian disahut dengan suara salah satu pengunjung warung,

“sekarang pahit, nanti juga manis, Neng. perlawanan kata. hidup juga seperti itu.”

perempuan itu tersenyum, menganggukkan kepala, dan mengamini perkataan seorang bapak yang tak dikenalnya itu.

setelah membayar, dia kembali ke ruangan kerjanya yang masih sempit, tapi tak terasa menyesakkan lagi.

it’s destiny

i guess it’s destiny that left us invisible though we get along with many things to say..

here i am, closing my eyes and starting to live life close to reality..

dikutip dari, Ketika Daun Bercerita

tes tes..

tes tes…

wehehe.. agak gilaaa..

demi menyalurkan curhatitis, bela-belain bikin blog baru.

karna menulis di blog yang lama skarang tidak aman lagi wahahaha…

yukz mari..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!